Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Tengah 2025
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Papua Tengah tahun 2025 mencapai 1.459.088 Rupiah. Angka ini tercatat sedikit menurun dibandingkan posisi tahun 2024 yang mencapai 1.487.688 Rupiah, sekaligus menunjukan perlambatan pola konsumsi masyarakat pada periode terbaru.
(Baca: Statistik Jumlah Kepala Sekolah dan Guru SD Kurang dari S1 Periode 2017-2024)
Untuk komponen pengeluaran tahun 2025, sebesar 59,96 persen dari total pengeluaran masyarakat dialokasikan untuk kebutuhan makanan dengan nilai riil 874.847 Rupiah per kapita per bulan. Sisa sebesar 40,04 persen atau 584.240 Rupiah per kapita per bulan digunakan untuk kebutuhan bukan makanan. Terjadi pergeseran alokasi sedikit, dimana porsi makanan bertambah 0,33 poin persen dibanding tahun 2024 meskipun nilai nominal kedua pos pengeluaran sama-sama mengalami penurunan.
Secara peringkat nasional tahun 2025, persentase alokasi konsumsi makanan Papua Tengah tetap berada di urutan ke 2 tertinggi seluruh provinsi di Indonesia, posisi sama persis seperti tahun 2024. Sebaliknya untuk persentase alokasi konsumsi bukan makanan, wilayah ini naik satu peringkat menjadi urutan ke 36 terendah nasional, yang menandakan semakin kecil porsi belanja non makanan masyarakat dibanding provinsi lain di Indonesia.
(Baca: Nilai Minimal Tes Terstandar Masuk ke SMA NEGERI 14 DEPOK | 2025)
Berdasarkan catatan historis dua tahun terakhir, penurunan tertinggi terjadi pada pos pengeluaran bukan makanan sebesar 16.409 Rupiah, sedangkan penurunan terendah tercatat pada pos pengeluaran makanan sebesar 12.192 Rupiah. Peringkat total pengeluaran masyarakat Papua Tengah di wilayah pulau Papua juga turun satu tingkat, dari peringkat 5 tahun 2024 menjadi peringkat 6 pada tahun 2025.
Kondisi pengeluaran tahun 2025 berada di bawah rata-rata tiga tahun terakhir, serta menunjukan pertumbuhan konsumsi yang memburuk dibandingkan pola lima tahun sebelumnya. Tidak ditemukan anomali pergerakan nilai yang menyimpang dari pola fluktuasi normal 10 tahun terakhir, dimana fluktuasi pengeluaran wilayah ini selalu mengikuti pergerakan harga komoditas pangan lokal setiap periode tahun.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jun) | 3,34% | +0.26 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.947 | +0.38 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |