Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Depok pada Desember 2025, bertambah 0,27 persen menjadi 6,54 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Perkotaan Periode 2013-2025)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Madiun | 2024)
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Depok menunjukkan tren pengurangan dari sisi jumlah. Demikian pula kondisi pasca pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, juga diikuti dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kota Depok.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 71 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kota Depok mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 1,03 juta pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 1,06 juta pekerja pada tahun 2025.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kota Depok dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 961,19 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 982,35 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 995,36 ribu pekerja.
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Depok tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,5 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,47 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Jawa Barat pada 2025 yakni :
- Kabupaten Bekasi 8,78 persen
- Kota Cimahi 8,75 persen
- Kota Sukabumi 8,21 persen
- Kabupaten Karawang 7,99 persen
- Kota Bogor 7,95 persen
- Kabupaten Bogor 7,69 persen
- Kabupaten Kuningan 7,59 persen
- Kabupaten Purwakarta 7,55 persen
- Kota Bekasi 7,35 persen
- Kota Bandung 7,24 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Pangandaran 1,92 persen
- Kabupaten Majalengka 3,62 persen
- Kabupaten Tasikmalaya 3,69 persen
- Kabupaten Ciamis 4,08 persen
- Kota Banjar 5,27 persen
- Kabupaten Sumedang 6,08 persen
- Kabupaten Cianjur 6,18 persen
- Kota Cirebon 6,41 persen
- Kabupaten Cirebon 6,42 persen
- Kota Tasikmalaya 6,43 persen