Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Bandung pada Desember 2025, berkurang 0,16 persen menjadi 7,24 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: 6,19% Penduduk di Kabupaten Murung Raya Masuk Kategori Miskin)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Sarolangun 4,68 Persen)
Dalam lima semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukkan tren penurunan. Adapun setelah enam semester pandemi Covid-19 yang berlangsung mulai Maret 2020 turut mendorong tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kota Bandung.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 45 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kota Bandung dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 1,32 juta pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 1,35 juta pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 1,37 juta pekerja.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kota Bandung mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir sedangkan dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 1,2 juta pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 29.780 pekerja menjadi 1,28 juta pekerja pada tahun 2025.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Bandung tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,29 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,99 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Jawa Barat pada 2025 yakni :
- Kabupaten Bekasi 8,78 persen
- Kota Cimahi 8,75 persen
- Kota Sukabumi 8,21 persen
- Kabupaten Karawang 7,99 persen
- Kota Bogor 7,95 persen
- Kabupaten Bogor 7,69 persen
- Kabupaten Kuningan 7,59 persen
- Kabupaten Purwakarta 7,55 persen
- Kota Bekasi 7,35 persen
- Kota Bandung 7,24 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Pangandaran 1,92 persen
- Kabupaten Majalengka 3,62 persen
- Kabupaten Tasikmalaya 3,69 persen
- Kabupaten Ciamis 4,08 persen
- Kota Banjar 5,27 persen
- Kabupaten Sumedang 6,08 persen
- Kabupaten Cianjur 6,18 persen
- Kota Cirebon 6,41 persen
- Kabupaten Cirebon 6,42 persen
- Kota Tasikmalaya 6,43 persen