Jumlah pekerja di Kabupaten Morowali mengalami trend penurunan dalam 15 tahun terakhir sedangkan dalam lima tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 54.359 pekerja dan di tahun 2024 naik menjadi 75.839 pekerja.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kota Tanggerang 5,92%)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, menurut catatan BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Morowali pada Desember 2024, berkurang 0,01% menjadi 2,84% dibandingkan dengan Desember 2023. Dalam tujuh semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Morowali dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 56.158 pekerja, pada 2023 kemudian meningkat menjadi 73.055 pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 78.052 pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 364 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Morowali berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 16,26 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 20,34 persen.
Data Kependudukan di Kabupaten Morowali:
Jumlah penduduk di Kabupaten Morowali tercatat 190,45 ribu jiwa data per 2024. Dalam 12 tahun terakhir, jumlah penduduk terus mengalami kenaikan. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) jumlah penduduk di wilayah ini sebesar 9,44%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang tercatat 1,45%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Teluk Wondama 2,39%)
Menurut nominalnya dibandingkan dengan wilayah lain se-provinsi Sulawesi Tengah, kabupaten/kota ini berada di urutan delapan, sementara bila dikelompokkan menurut pulau, kabupaten/kota ini di urutan 44.
Mayoritas penduduk di wilayah ini atau sekitar 66,8% merupakan penduduk usia produktif yakni dengan usia 15-59 tahun berjumlah 127,23 ribu. Menurut publikasi BPS pada 2024 lalu, jumlahnya mencapai 127,23 ribu. Lainnya rentang usia 0-14 tahun (anak-anak) sekitar 26,84% dan 6,36% sisanya adalah kelompok usia lanjut dengan usia lebih dari 60 tahun.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Morowali pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 17,04 ribu jiwa (8,95%)
- Umur 5-9 tahun 18,11 ribu jiwa (9,51%)
- Umur 10-14 tahun 15,96 ribu jiwa (8,38%)
- Umur 15-19 tahun 11,15 ribu jiwa (5,86%)
- Umur 20-24 tahun 20,09 ribu jiwa (10,55%)
- Umur 25-29 tahun 23,88 ribu jiwa (12,54%)
- Umur 30-34 tahun 18,71 ribu jiwa (9,82%)
- Umur 35-39 tahun 15,55 ribu jiwa (8,17%)
- Umur 40-44 tahun 13,05 ribu jiwa (6,85%)
- Umur 45-49 tahun 10,18 ribu jiwa (5,34%)
- Umur 50-54 tahun 8,21 ribu jiwa (4,31%)
- Umur 55-59 tahun 6,39 ribu jiwa (3,36%)
- Umur 60-64 tahun 4,55 ribu jiwa (2,39%)
- Umur 65-69 tahun 3,18 ribu jiwa (1,67%)
- Umur 70-74 tahun 2,15 ribu jiwa (1,13%)
- Umur lebih dari 75 tahun 2,23 ribu jiwa (1,17%)