Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Desember 2025, bertambah 0,94 persen menjadi 3,58 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Sementara dibanding Desember 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat naik dari sebelumnya yang sebesar 2,64 persen .
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Statistik Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Informasi dan Komunikasi Periode 2013-2025)
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Timor Tengah Selatan menunjukkan tren kenaikan dari sisi jumlah. Kemudian setelah pandemi Covid-19 yang berlangsung mulai Maret 2020 turut mendorong tingkat pengangguran terbuka (TPT) naik di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 294 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Timor Tengah Selatan mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 284,86 ribu pekerja, kemudian jumlahnya turun dari tahun sebelumnya sebanyak 15,55 ribu pekerja menjadi 288,09 ribu pekerja pada tahun 2025.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam tiga tahun terakhir menurun. Secara historis, tahun 2023 tercatat 277,35 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 295,64 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 281,14 ribu pekerja.
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Timor Tengah Selatan tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 4,16 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 3,37 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Nusa Tenggara Timur pada 2025 yakni :
- Kota Kupang 8,61 persen
- Kabupaten Flores Timur 6,36 persen
- Kabupaten Belu 5,2 persen
- Kabupaten Timor Tengah Selatan 3,58 persen
- Kabupaten Kupang 3,53 persen
- Kabupaten Sumba Timur 3,36 persen
- Kabupaten Manggarai Barat 3,33 persen
- Kabupaten Sumba Barat 3,27 persen
- Kabupaten Sabu Raijua 3,12 persen
- Kabupaten Ende 2,95 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Manggarai Timur 1,24 persen
- Kabupaten Nagekeo 1,31 persen
- Kabupaten Lembata 1,37 persen
- Kabupaten Manggarai 1,56 persen
- Kabupaten Sumba Barat Daya 1,7 persen
- Kabupaten Malaka 2,07 persen
- Kabupaten Alor 2,08 persen
- Kabupaten Rote Ndao 2,18 persen
- Kabupaten Sumba Tengah 2,49 persen
- Kabupaten Timor Tengah Utara 2,54 persen