International Labour Organization (ILO) melaporkan, jumlah pekerja rumah tangga berusia 15 tahun dan lebih secara global diestimasikan sebesar 75,6 juta orang pada 2019.
Perempuan mendominasi pekerjaan ranah domestik ini dengan 57,7 juta orang atau sekitar 76,2% dari total pekerja rumah tangga global. Sedangkan untuk laki-laki tercatat sebesar 23,8%.
"Secara global, pekerjaan ini mencakup sekitar 4,5% dari seluruh perempuan yang bekerja, dan bahkan mencapai 8,8% jika hanya dihitung dari perempuan yang berstatus karyawan [atau menerima upah]," tulis ILO dalam laporan Making decent work a reality for domestic workers.
Distribusi di sejumlah wilayah dunia pun mayoritas dipegang perempuan. Namun, hanya kawasan Arab yang didominasi laki-laki.
(Baca: Taiwan, Negara Tujuan Utama Pekerja Migran Indonesia Kuartal I 2026)
Berikut estimasi sebaran pekerja rumah tangga di dunia berdasarkan gender dan wilayah pada 2019 menurut ILO:
Amerika
- Perempuan: 89%
- Laki-laki: 11%
Eropa dan Asia Tengah
- Perempuan: 84,6%
- Laki-laki: 15,4%
Asia dan Pasifik
- Perempuan: 78,4%
- Laki-laki: 21,6%
Afrika
- Perempuan: 68,4%
- Laki-laki: 31,6%
Kawasan Arab
- Perempuan: 36,6%
- Laki-laki: 63,4%
Global
- Perempuan: 76,2%
- Laki-laki: 23,8%.
Bila dihitung secara agregat, Asia dan Pasifik menjadi kawasan dengan jumlah pekerja rumah tangga terbesar, yaitu sekitar setengah dari total dunia.
"Amerika menyusul dengan sekitar 23%, sementara Eropa dan Asia Tengah menjadi wilayah dengan porsi paling kecil dalam jumlah pekerja rumah tangga," tulis ILO.
ILO juga menghitung, pekerjaan rumah tangga menyumbang sekitar 2,3% dari total pekerjaan di dunia. Namun, angkanya bisa lebih besar hingga 4,5% dari kelompok pekerja yang menerima upah.
ILO memberi catatan bahwa angka-angka ini kemungkinan masih lebih rendah dari kondisi sebenarnya, terutama di negara-negara berpendapatan rendah, karena keterbatasan data dan potensi underreporting dalam survei ketenagakerjaan.
(Baca: Pengasuh, Jenis Pekerjaan Buruh Migran RI Terbanyak Kuartal I 2026)