Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Pamekasan pada Desember 2025, berkurang 0,31 persen menjadi 1,33 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Sementara dibanding Desember 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 1,74 persen .
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Kapuas | 2024)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Kepulauan Sangihe 76.192 dan Angka Pengangguran 2,64 Persen)
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Pamekasan menunjukkan tren pengurangan dari sisi jumlah. Adapun setelah enam semester pandemi Covid-19 yang berlangsung mulai Maret 2020 juga diikuti dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Pamekasan.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 497 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Pamekasan mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 521,21 ribu pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 550,69 ribu pekerja pada tahun 2025.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Pamekasan dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 512,15 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 531,36 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 543,36 ribu pekerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Pamekasan tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,47 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,88 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Jawa Timur pada 2025 yakni :
- Kabupaten Sidoarjo 5,75 persen
- Kota Malang 5,71 persen
- Kabupaten Gresik 5,47 persen
- Kabupaten Bangkalan 5,31 persen
- Kabupaten Malang 5 persen
- Kota Probolinggo 4,95 persen
- Kota Surabaya 4,85 persen
- Kabupaten Kediri 4,71 persen
- Kota Mojokerto 4,66 persen
- Kota Pasuruan 4,59 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Pamekasan 1,33 persen
- Kabupaten Pacitan 1,4 persen
- Kabupaten Sumenep 1,64 persen
- Kabupaten Ngawi 2,26 persen
- Kabupaten Sampang 2,44 persen
- Kabupaten Bondowoso 2,55 persen
- Kabupaten Probolinggo 2,92 persen
- Kabupaten Situbondo 3,02 persen
- Kabupaten Jember 3,07 persen
- Kabupaten Lumajang 3,08 persen