Jumlah pekerja di Kota Lhokseumawe mengalami trend kenaikan dalam 15 tahun terakhir. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk lima tahun terakhir, jumlah pekerja juga dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 89.894 pekerja dan di tahun 2024 mengalami penurunan menjadi 87.672 pekerja.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Mandailing Natal 211,77 Ribu dan Angka Pengangguran 7,22%)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Lhokseumawe pada Desember 2024, berkurang 0,32% menjadi 8,47% dibandingkan dengan Desember 2023. Dalam tujuh semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kota Lhokseumawe mengalami trend kenaikan dalam 17 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam lima tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah angkatan kerja sebanyak 98.953 pekerja kemudian jumlahnya mengalami penurunan menjadi 95.783 pekerja pada tahun 2024.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 11 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Lhokseumawe tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 4,46 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,21 persen.
Data Kependudukan di Kota Lhokseumawe:
Jumlah penduduk di Kota Lhokseumawe tercatat 197,34 ribu jiwa data per 2024. Angka ini bertambah dibanding 2023 dan lebih tinggi dibanding Desember 2021. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) jumlah penduduk di wilayah ini turun 0,59%. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang tercatat 1,66%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kota Jambi 7,38%)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Aceh, jumlah penduduk Kota Lhokseumawe berada di urutan 12, sementara jika dilihat menurut pulau, kabupaten/kota ini ada di urutan 111.
Data BPS 2024, 128,87 ribu atau sekitar 65,3% penduduk di Kota Lhokseumawe adalah kelompok produktif yang berusia 15-59 tahun. Adapun 25,89% dari total penduduk atau sekitar 51.091 adalah anak-anak (usia 0-14 tahun) dan 8,81% lainnya adalah penduduk dengan usia lebih dari 60 tahun.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kota Lhokseumawe pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 14,29 ribu jiwa (7,24%)
- Umur 5-9 tahun 18,48 ribu jiwa (9,37%)
- Umur 10-14 tahun 18,32 ribu jiwa (9,28%)
- Umur 15-19 tahun 18 ribu jiwa (9,12%)
- Umur 20-24 tahun 17,49 ribu jiwa (8,86%)
- Umur 25-29 tahun 15,52 ribu jiwa (7,87%)
- Umur 30-34 tahun 14,93 ribu jiwa (7,56%)
- Umur 35-39 tahun 15,23 ribu jiwa (7,72%)
- Umur 40-44 tahun 14,59 ribu jiwa (7,39%)
- Umur 45-49 tahun 12,9 ribu jiwa (6,54%)
- Umur 50-54 tahun 11,27 ribu jiwa (5,71%)
- Umur 55-59 tahun 8,96 ribu jiwa (4,54%)
- Umur 60-64 tahun 7,14 ribu jiwa (3,62%)
- Umur 65-69 tahun 4,71 ribu jiwa (2,39%)
- Umur 70-74 tahun 2,8 ribu jiwa (1,42%)
- Umur lebih dari 75 tahun 2,73 ribu jiwa (1,38%)