Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Sabang semester tahun 2025 sebesar 12,75 persen. Nilai ini turun 1,83 poin dibanding tahun sebelumnya, dengan penurunan mencapai 12,55 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 4.550 jiwa, berkurang sebanyak 620 jiwa dari tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Perusahaan Konstruksi Skala Menengah Periode 2013-2025)
Data historis periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan Kota Sabang pernah berada di angka tertinggi 31,46 persen pada tahun 2004. Pada tahun 2025 tercatat nilai terendah sepanjang periode pengamatan. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan pada tahun 2025 juga menjadi nilai terendah sepanjang catatan historis.
Rata-rata persentase kemiskinan Kota Sabang selama 3 tahun terakhir berada di angka 14 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 14,82 persen. Peringkat nasional Kota Sabang saat ini berada di urutan 131 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia. Selama 21 tahun pengamatan, peringkat nasional Kota Sabang mengalami pergeseran dari posisi 53 pada tahun 2004.
Semua kabupaten tetangga dengan posisi persentase kemiskinan berdekatan juga mencatatkan penurunan angka kemiskinan pada tahun yang sama. Penurunan terjadi di rentang 10,58 persen hingga 16,35 persen di seluruh wilayah yang diamati. Tidak terdapat satupun wilayah di kelompok ini yang mencatatkan kenaikan persentase kemiskinan.
Kabupaten Aceh Barat Daya
Berada di peringkat 116 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 13,30 persen dengan penurunan 13,19 persen dibanding tahun sebelumnya. Terdapat 21.470 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 525,95 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 35,88 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,39 persen.
Kabupaten Aceh Besar
Peringkat 170 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,05 persen dengan penurunan mencapai 16,35 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 49.900 jiwa, menjadi salah satu jumlah terbanyak di antara kelompok wilayah ini. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 598,16 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 45,05 juta rupiah per tahun.
Kota Subulussalam
(Baca: Pengeluaran Rekreasi, Olahraga dan Budaya di Kabupaten Pasaman Barat Turun 0,82%)
Menempati peringkat 98 nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 13,88 persen dengan penurunan 15,26 persen tahun terakhir. Terdapat 11.950 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 514,37 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita merupakan yang terendah di kelompok ini yaitu sebesar 29,50 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Tengah
Peringkat 140 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 12,29 persen dengan penurunan 13,88 persen pada tahun terakhir. Terdapat 27.760 jiwa penduduk miskin, wilayah ini memiliki pendapatan per kapita tertinggi di kelompok yaitu 50,10 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan juga menjadi yang tertinggi yaitu 636,32 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Aceh Timur
Berada di peringkat 163 nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,24 persen dengan penurunan 15,23 persen periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 52.230 jiwa, garis kemiskinan sebesar 564,94 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat sebesar 35,01 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Utara
Menempati peringkat 93 nasional, persentase kemiskinan tercatat 14,27 persen dengan penurunan 11,42 persen pada tahun terakhir. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak di kelompok yaitu 93.430 jiwa. Garis kemiskinan tercatat sebesar 483,72 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 48,18 juta rupiah per tahun.