Jumlah pekerja di Kabupaten Cilacap mengalami trend kenaikan dalam 15 tahun terakhir. Kondisi yang berbeda terlihat usai covid dalam lima tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 788,51 ribu pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 995,41 ribu pekerja pada tahun 2024.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Sarmi 3,41%)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, menurut catatan BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Cilacap pada Desember 2024, berkurang 0,92% menjadi 7,83% dibandingkan dengan Desember 2023. Dalam tujuh semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) terus bergerak naik dengan laju peningkatan lebih tinggi dibandingkan dengan semester sebelumnya.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Cilacap mengalami trend kenaikan dalam 17 tahun terakhir. Kondisi yang berbeda terlihat usai covid dalam lima tahun terakhir, jumlah angkatan kerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah angkatan kerja sebanyak 872,45 ribu pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 33.259 pekerja menjadi 1,08 juta pekerja pada tahun 2024.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 25 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Cilacap berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga turun di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 2,65 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,34 persen.
Data Kependudukan di Kabupaten Cilacap:
Jumlah penduduk di Kabupaten Cilacap tercatat 2,04 juta jiwa data per 2024. Angka ini bertambah dibanding 2023 dan lebih tinggi dibanding Desember 2021. Dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) wilayah ini tercatat lebih tinggi. Adapun pertumbuhan lima tahun terakhir, tercatat diangka 3,36%.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kota Cimahi 283,88 Ribu dan Angka Pengangguran 8,97%)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Jawa Tengah, jumlah penduduk Kabupaten Cilacap berada di urutan kedua dibandingkan dengan 35 kabupaten/kota lainnya, sementara menurut pulau, kabupaten/kota ini berada di urutan 19.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Cilacap pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 106,79 ribu jiwa (5,24%)
- Umur 5-9 tahun 152,8 ribu jiwa (7,5%)
- Umur 10-14 tahun 160,76 ribu jiwa (7,89%)
- Umur 15-19 tahun 136,89 ribu jiwa (6,72%)
- Umur 20-24 tahun 155,09 ribu jiwa (7,61%)
- Umur 25-29 tahun 157,26 ribu jiwa (7,72%)
- Umur 30-34 tahun 152,24 ribu jiwa (7,47%)
- Umur 35-39 tahun 149,5 ribu jiwa (7,34%)
- Umur 40-44 tahun 156,03 ribu jiwa (7,66%)
- Umur 45-49 tahun 139,68 ribu jiwa (6,85%)
- Umur 50-54 tahun 132,98 ribu jiwa (6,53%)
- Umur 55-59 tahun 125,79 ribu jiwa (6,17%)
- Umur 60-64 tahun 106,26 ribu jiwa (5,21%)
- Umur 65-69 tahun 79,87 ribu jiwa (3,92%)
- Umur 70-74 tahun 59,14 ribu jiwa (2,9%)
- Umur lebih dari 75 tahun 66,8 ribu jiwa (3,28%)