Jumlah pekerja di Kabupaten Muaro Jambi dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 220,54 ribu pekerja, pada 2024 kemudian turun menjadi 212,44 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 228,57 ribu pekerja.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Teluk Bintuni 3,63 Persen)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Muaro Jambi pada Desember 2025, berkurang 0,25 persen menjadi 5,02 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Sementara dibanding Desember 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 5,4 persen .
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Muaro Jambi mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 233,13 ribu pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 239,18 ribu pekerja pada tahun 2025.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 147 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Muaro Jambi berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 6,17 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 6,28 persen .
Data Kependudukan di Kabupaten Muaro Jambi:
Jumlah penduduk di Kabupaten Muaro Jambi tercatat 449,75 ribu jiwa data per 2024. Angka ini mengalami kenaikan. Dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) wilayah ini tercatat lebih rendah. Adapun pertumbuhan lima tahun terakhir, tercatat diangka 0,79%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Lebak 7,3 Persen)
Menurut nominalnya dibandingkan dengan wilayah lain se-provinsi Jambi, kabupaten/kota ini berada di urutan kedua dibandingkan dengan 11 kabupaten/kota lainnya, sementara menurut pulau, kabupaten/kota ini berada di urutan 41.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Muaro Jambi pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 30,95 ribu jiwa (6,88%)
- Umur 5-9 tahun 41,01 ribu jiwa (9,12%)
- Umur 10-14 tahun 41,91 ribu jiwa (9,32%)
- Umur 15-19 tahun 31,36 ribu jiwa (6,97%)
- Umur 20-24 tahun 38,16 ribu jiwa (8,48%)
- Umur 25-29 tahun 35,78 ribu jiwa (7,96%)
- Umur 30-34 tahun 34,57 ribu jiwa (7,69%)
- Umur 35-39 tahun 37,23 ribu jiwa (8,28%)
- Umur 40-44 tahun 38,39 ribu jiwa (8,54%)
- Umur 45-49 tahun 33,73 ribu jiwa (7,5%)
- Umur 50-54 tahun 27,14 ribu jiwa (6,03%)
- Umur 55-59 tahun 22,25 ribu jiwa (4,95%)
- Umur 60-64 tahun 15,49 ribu jiwa (3,44%)
- Umur 65-69 tahun 10,3 ribu jiwa (2,29%)
- Umur 70-74 tahun 5,87 ribu jiwa (1,3%)
- Umur lebih dari 75 tahun 5,62 ribu jiwa (1,25%)