Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Teluk Bintuni pada Desember 2025, bertambah 0,47 persen menjadi 3,63 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Inflasi Tahunan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Mei 2026 2,43%, Makanan, Minuman Dan Tembakau Jadi Pendorong)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Provinsi dengan Persentase Rumah Tangga dengan Laptop Desa Tertinggi di Indonesia (2024))
Dalam lima semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukkan tren penurunan dan enam semester setelah pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, menyebabkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Teluk Bintuni.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 289 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Teluk Bintuni dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 47.615 pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 47.728 pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 50.660 pekerja.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Teluk Bintuni mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 45.937 pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 3.169 pekerja menjadi 49.387 pekerja pada tahun 2025.
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Teluk Bintuni tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang naik signifikan di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 29,22 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 6,05 persen .
Berikut ini lima kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Papua Barat pada 2025 yakni :
- Kabupaten Fak Fak 6,4 persen
- Kabupaten Kaimana 5,75 persen
- Kabupaten Manokwari 5,65 persen
- Kabupaten Teluk Bintuni 3,63 persen
- Kabupaten Teluk Wondama 3,37 persen
Berikut ini lima kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Pegunungan Arfak 0,72 persen
- Kabupaten Manokwari Selatan 2,62 persen
- Kabupaten Teluk Wondama 3,37 persen
- Kabupaten Teluk Bintuni 3,63 persen
- Kabupaten Manokwari 5,65 persen