Jumlah pekerja di Kabupaten Pangandaran mengalami trend kenaikan dalam delapan tahun terakhir. Kondisi yang berbeda terlihat usai covid dalam lima tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 256,68 ribu pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 272,12 ribu pekerja pada tahun 2024.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Maluku Tenggara 60.639 dan Angka Pengangguran 5,68%)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, BPS merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Pangandaran mencapai 1,58% pada 2024. Angka ini bertambah 0,07% dibandingkan Desember 2023 yang tercatat 1,52%. Sementara, dibandingkan dengan Desember 2022, angkanya naik 0,02%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kota Pariaman 5,32%)
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Pangandaran dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 260,76 ribu pekerja, pada 2023 kemudian meningkat menjadi 274,55 ribu pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 276,5 ribu pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 483 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Pangandaran tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 5,12 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,26 persen.