Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Mappi, pada 2023 tercatat Rp3599,95 miliar. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 2,39% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp3350,64 miliar .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2020 pasca covid tercatat turun 1,15%.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kota Palu pada 2023)
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor konstruksi menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor konstruksi. Pada 2023 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp1,27 jutajuta. PDRB ini tumbuh 1,78%.
Setelahnya sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 4,28% menjadi Rp907,79 ribujuta, kemudian sektor pertanian, kehutanan dan perikanan diurutan ketiga dengan PDRB Rp687,22 ribujuta (0,51%).
Terakhir, PDRB di Kabupaten Mappi, untuk urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan nilai Rp98,89 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 0,93% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp8.759,9juta.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Aceh Singkil pada 2023)
Distribusi PDRB di Kabupaten Mappi pada 2023
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Mappi ini adalah sektor konstruksi dengan kontribusi mencapai 33,29%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.