Berdasarkan laman Pertamina, terdapat sejumlah bandara penerbangan dalam negeri dengan harga avtur termurah di Indonesia selama periode 1-31 Maret 2026.
Dalam daftar 15 bandara dengan avtur terendah yang dihimpun Databoks, angka yang dicantumkan merupakan harga kontrak yang sudah termasuk PPN dan pajak pemerintah.
Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, menempati urutan teratas dengan harga avtur sebesar Rp13.656,51 per liter. Disusul Bandara Kertajati di Jawa Barat, hingga Sultan Mahmud Badaruddin II di Sumatera Selatan.
Berikut rincian 15 bandara penerbangan dalam negeri dengan harga avtur terendah di Indonesia periode 1-31 Maret 2026:
- Soekarno-Hatta (Banten): Rp13.656,51/liter
- Kertajati (Jawa Barat): Rp13.656,51/liter
- Hang Nadim (Kepulauan Riau): Rp13.791,25/liter
- Halim Perdanakusuma (DKI Jakarta): Rp14.880,81/liter
- Kualanamu (Sumatera Utara): Rp14.925,33/liter
- Silangit (Sumatera Utara): Rp15.014,37/liter
- Lombok International (Nusa Tenggara Barat): Rp15.081,15/liter
- Eltari (Nusa Tenggara Timur): Rp15.103,41/liter
- Raden Inten II (Lampung): Rp15.214,71/liter
- Juanda (Jawa Timur): Rp15.236,97/liter
- Komodo (Nusa Tenggara Timur): Rp15.236,97/liter
- Sepinggan (Kalimantan Timur): Rp15.248,10/liter
- Polonia (Sumatera Utara): Rp15.292,62/liter
- Depati Amir (Kepulauan Bangka Belitung): Rp15.292,62/liter
- Sultan Mahmud Badaruddin II (Sumatera Selatan): Rp15.292,62/liter.
Isu harga avtur tengah disorot menyusul perang di Asia Barat (Timur Tengah) yang menyebabkan tingginya harga minyak global. Dampak panjangnya adalah naiknya harga tiket penerbangan.
Ini karena bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam struktur biaya operasional penerbangan. Di tengah kenaikan biaya energi ini, sejumlah maskapai berupaya melakukan penghematan biaya namun tetap menjaga keuangan perusahaan dan operasional tetap berjalan.
(Baca: 15 Bandara di Indonesia dengan Harga Avtur Termahal per Maret 2026)