Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pertumbuhan belanja barang dan jasa di Sulawesi Tengah pada 2024 tumbuh 11,35% menjadi Rp1847,07 miliar. Sebelumnya menurut rekam jejak 12 tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Sulawesi Tengah pernah terjadi pada 2003 dengan pertumbuhan sebesar 74,22%. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi belanja barang dan jasa terus menguat dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Simalungun | 2024)
Rata-rata belanja barang dan jasa di Indonesia saat ini sebesar Rp2631,34 miliar data per 2024. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
DKI Jakarta berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat jumlah belanja barang dan jasa sebanyak Rp24,12 triliun. Perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 6,61% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Pagi Hari Diperdagangkan US$18.160 /Ton (Rabu, 14 Januari 2026))
Menyusul di urutan berikutnya adalah Jawa Timur. Jumlah belanja barang dan jasa di provinsi ini dilaporkan Rp10,07 triliun. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah belanja barang dan jasa terlihat naik 5,85% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak Rp9515,45 miliar .
Berikutnya, belanja barang dan jasa di Jawa Tengah naik 7,63% menjadi Rp6232,71 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, belanja barang dan jasa di Jawa Barat turun 10,95% menjadi Rp6170,92 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan belanja barang dan jasa di Banten naik 3,41% menjadi Rp3780,63 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
Berikut ini sepuluh provinsi dengan belanja barang dan jasa tertinggi pada 2024:
- DKI Jakarta Rp24,12 triliun
- Jawa Timur Rp10,07 triliun
- Jawa Tengah Rp6232,71 miliar
- Jawa Barat Rp6170,92 miliar
- Banten Rp3780,63 miliar
- Aceh Rp3727,12 miliar
- Riau Rp3029,99 miliar
- Sumatera Utara Rp2873,4 miliar
- Nusa Tenggara Barat Rp2436,64 miliar
- Kalimantan Tengah Rp2217,91 miliar