PDRB ADHK sektor angkutan sungai danau dan penyeberangan pada 2024 tumbuh sebesar 3,77% (yoy), tertinggi dalam dua tahun terakhir terakhir. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi PDRB ADHK sektor angkutan sungai danau dan penyeberangan terus menguat dalam dua tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Jumlah Posyandu Periode 2014-2024)
Rata-rata PDRB ADHK sektor angkutan sungai danau dan penyeberangan di Indonesia saat ini sebesar Rp369.91 miliar data per 2024. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bali berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah PDRB ADHK sektor angkutan sungai danau dan penyeberangan sebanyak Rp2.681,19 miliar. Perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 6,36% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Pertanian, Kehutanan, Perikanan Periode 2013-2024)
Berikutnya adalah Kalimantan Tengah yang mencatatkan PDRB ADHK sektor angkutan sungai danau dan penyeberangan Rp1.751,12 miliar lebih tinggi periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, PDRB ADHK sektor angkutan sungai danau dan penyeberangan di provinsi ini naik 8,69% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, PDRB ADHK sektor angkutan sungai danau dan penyeberangan di Kalimantan Timur naik 2,88% menjadi Rp1.460,11 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Nusa Tenggara Barat dengan PDRB ADHK sektor angkutan sungai danau dan penyeberangan Rp1.449,31 miliar (naik 5,21%) dan PDRB ADHK sektor angkutan sungai danau dan penyeberangan di Kalimantan Barat turun 1,51% menjadi Rp750.73 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
Berikut ini sepuluh provinsi dengan PDRB ADHK sektor angkutan sungai danau dan penyeberangan tertinggi pada 2024:
- Bali Rp2.681,19 miliar
- Kalimantan Tengah Rp1.751,12 miliar
- Kalimantan Timur Rp1.460,11 miliar
- Nusa Tenggara Barat Rp1.449,31 miliar
- Kalimantan Barat Rp750.73 miliar
- Banten Rp710.51 miliar
- Lampung Rp691.86 miliar
- Kalimantan Selatan Rp548.62 miliar
- Kalimantan Utara Rp504.92 miliar
- Jawa Timur Rp401.61 miliar