Garis kemiskinan per kapita makanan perkotaan dan perdesaan di Maluku tercatat 5,82%. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp540,63 ribu per kapita/bulan data per Maret 2025. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada Maret 2019 sebesar 10,69%. Adapun dalam empat tahun terakhir, garis kemiskinan per kapita makanan perkotaan dan perdesaan tercatat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 2,17%
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: 10,09% Penduduk di Kabupaten Mahakam Hulu Masuk Kategori Miskin)
Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), data per Maret 2025, garis kemiskinan per kapita makanan perkotaan dan perdesaan jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 6,39 juta. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 33,49% dari total seluruh provinsi.
Urutan pertama adalah Papua Pegunungan, wilayah ini mencatatkan hingga 862,03 ribu. Provinsi ini mencatatkan peningkatan 41.684 dibandingkan dengan semester sebelumnya.
(Baca: Garis Kemiskinan per Kapita Makanan Periode 2015-2025)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Kep. Bangka Belitung. Periode yang sama semester sebelumnya garis kemiskinan per kapita makanan perkotaan dan perdesaan di provinsi ini tercatat 663,41 ribu .
Selanjutnya, Kalimantan Utara dengan garis kemiskinan per kapita makanan perkotaan dan perdesaan 652,81 ribu (naik 4,06%), Papua Tengah dengan garis kemiskinan per kapita makanan perkotaan dan perdesaan 625,92 ribu (naik 6,78%) dan Papua Barat dengan garis kemiskinan per kapita makanan perkotaan dan perdesaan 619,05 ribu (naik 4,58%)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan garis kemiskinan per kapita makanan perkotaan dan perdesaan tertinggi pada Maret 2025:
- Papua Pegunungan 862,03 ribu
- Kep. Bangka Belitung 706,83 ribu
- Kalimantan Utara 652,81 ribu
- Papua Tengah 625,92 ribu
- Papua Barat 619,05 ribu
- Kalimantan Timur 611,58 ribu
- Papua Barat Daya 595,23 ribu
- DKI Jakarta 591,93 ribu
- Kep. Riau 570,13 ribu
- Maluku 554,33 ribu