Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan PDRB ADHK sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di Kep. Riau pada 2024 tumbuh 4,21%. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp3.530,11 miliar. Sebelumnya menurut rekam jejak delapan tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Kep. Riau pernah terjadi pada 2022 dengan pertumbuhan sebesar 49,71%. Sedangkan rata-rata enam tahun terakhir PDRB ADHK sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh dengan angka 7,25%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Pidie Menurut Sektor pada 2024)
Rata-rata PDRB ADHK sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di Indonesia saat ini sebesar Rp11,74 triliun data per 2024. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur tercatat dengan PDRB ADHK sektor penyediaan akomodasi dan makan minum terbanyak, yaitu Rp108,83 triliun. PDRB ADHK sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di Jawa Timur saat ini setara dengan 24,39% dari total seluruh provinsi.
(Baca: Jumlah Korban Menderita dan Mengungsi akibat Bencana Alam Periode 2013-2024)
Berikutnya adalah DKI Jakarta yang mencatatkan PDRB ADHK sektor penyediaan akomodasi dan makan minum Rp108,3 triliun lebih tinggi periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, PDRB ADHK sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di provinsi ini naik 8,31% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, Jawa Barat dengan PDRB ADHK sektor penyediaan akomodasi dan makan minum Rp49,72 triliun (naik 6,43%), PDRB ADHK sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di Jawa Tengah naik 10,03% menjadi Rp46,67 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan Bali dengan PDRB ADHK sektor penyediaan akomodasi dan makan minum Rp31,78 triliun (naik 11,95%)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan PDRB ADHK sektor penyediaan akomodasi dan makan minum dengan jumlah tertinggi:
- Jawa Timur Rp108,83 triliun
- DKI Jakarta Rp108,3 triliun
- Jawa Barat Rp49,72 triliun
- Jawa Tengah Rp46,67 triliun
- Bali Rp31,78 triliun
- Sumatera Utara Rp15,74 triliun
- Banten Rp14,22 triliun
- DI Yogyakarta Rp12,1 triliun
- Sumatera Selatan Rp6.467,36 miliar
- Sulawesi Selatan Rp5847.8 miliar