Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total volume ekspor SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket seluruh Indonesia pada Januari 2026 mencapai 20,62 miliar ton.
Volume ekspor SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket tersebut turun 17.87% dibandingkan bulan sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Sidenreng Rappang | 2024)
Kalimantan Selatan mencatatkan volume ekspor SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket tertinggi dengan 12,04 miliar ton. Di provinsi ini, Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan data bulanan di wilayah ini turun 20,89% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.
Berikutnya adalah Kalimantan Tengah yang mencatatkan volume ekspor SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket 2,05 miliar ton lebih tinggi periode yang sama bulan sebelumnya. Sedangkan untuk data bulanan, volume ekspor SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket di provinsi ini turun 11,1% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, volume ekspor SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket di Kalimantan Tengah naik 0,88% menjadi 2,05 miliar ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya, volume ekspor SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket di Aceh naik 9,18% menjadi 1,21 miliar ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya dan Aceh dengan volume ekspor SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket 1,21 miliar ton (naik 9,18%)
(Baca: Statistik Volume Ekspor SITC Kode 02 Hasil Susu dan Telur Periode 2023-2026)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan volume ekspor SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket tertinggi pada Januari 2026:
- Kalimantan Timur 24,97 miliar ton
- Kalimantan Selatan 12,04 miliar ton
- Sumatera Selatan 4,41 miliar ton
- Kalimantan Tengah 2,05 miliar ton
- Aceh 1,21 miliar ton
- Kalimantan Utara 1,06 miliar ton
- Lampung 948,4 juta ton
- Bengkulu 55 juta ton
- Jambi 41,39 juta ton
- Sumatera Barat 15,4 juta ton