rasio penduduk yang mengakses internet dari sekolah di Riau pada 2024 tercatat 10,14%. Sejak 2015, rasio penduduk yang mengakses internet dari sekolah menurut provinsi di Riau menunjukkan tren penurunan dari sisi jumlah. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk lima tahun terakhir, rasio penduduk yang mengakses internet dari sekolah menurut provinsi juga dalam tren turun.
Sebelumnya menurut rekam jejak lima tahun terakhir, rasio dengan rekor tertinggi di Riau pernah terjadi pada 2015 dengan pertumbuhan sebesar 24,46%. Adapun dalam enam tahun terakhir, rasio penduduk yang mengakses internet dari sekolah tercatat dengan rata-rata pertumbuhan turun 7,46%
(Baca: Volume Ekspor Buah Buahan dan Sayur Sayuran Provinsi Aceh Januari 2026)
Daftar 10 Terbesar:
Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data rasio penduduk yang mengakses internet dari sekolah di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin rasio penduduk yang mengakses internet dari sekolah di tanah air.
(Baca: Provinsi Papua Ekspor 125,35 Ribu Ton Barang Barang dari Mineral Bukanligam)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), DI Yogyakarta tercatat dengan rasio penduduk yang mengakses internet dari sekolah tertinggi, yaitu 15,34%. Rasio penduduk yang mengakses internet dari sekolah di DI Yogyakarta saat ini setara dengan 3,46% dari total seluruh provinsi.
Menyusul di urutan berikutnya adalah Nusa Tenggara Timur. Jumlah rasio penduduk yang mengakses internet dari sekolah di provinsi ini dilaporkan 15,16%. Adapun untuk periode sebelumnya tercatat sebanyak 15,04%.
Berikutnya, Bali dengan rasio penduduk yang mengakses internet dari sekolah 14,3%, rasio penduduk yang mengakses internet dari sekolah di Sulawesi Selatan tercatat di angka 14,09% dan Banten dengan rasio penduduk yang mengakses internet dari sekolah 13,39%
Berikut ini sepuluh provinsi dengan rasio penduduk yang mengakses internet dari sekolah tertinggi pada 2024:
- DI Yogyakarta 15,34 %
- Nusa Tenggara Timur 15,16 %
- Bali 14,3 %
- Sulawesi Selatan 14,09 %
- Banten 13,39 %
- DKI Jakarta 13,26 %
- Sulawesi Utara 13,22 %
- Sumatera Barat 12,84 %
- Jawa Tengah 12,22 %
- Gorontalo 12,16 %