Rata-rata nilai investasi PMDN sektor jasa lainnya di Indonesia saat ini sebesar Rp682,15 miliar data per 2023. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau di Kab. Takalar 2018 - 2024)
DKI Jakarta berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat jumlah nilai investasi PMDN sektor jasa lainnya sebanyak Rp7,32 triliun. Perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 41,25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Banten berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi PMDN sektor jasa lainnya di provinsi ini tumbuh -38,04%. Jumlah nilai investasi PMDN sektor jasa lainnya di provinsi ini dilaporkan Rp2,76 triliun. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah nilai investasi PMDN sektor jasa lainnya terlihat turun 38,04% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak Rp4,45 triliun.
Berikutnya, Jawa Barat dengan nilai investasi PMDN sektor jasa lainnya Rp2,69 triliun (turun 69,62%), Jawa Timur dengan nilai investasi PMDN sektor jasa lainnya Rp2,31 triliun (turun 29,68%) dan nilai investasi PMDN sektor jasa lainnya di Jawa Tengah turun 10,72% menjadi Rp1,77 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kota Salatiga Rp.95,23 Juta Data per 2025)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan nilai investasi PMDN sektor jasa lainnya jumlah tertinggi:
- DKI Jakarta Rp7,32 juta juta
- Banten Rp2,76 juta juta
- Jawa Barat Rp2,69 juta juta
- Jawa Timur Rp2,31 juta juta
- Jawa Tengah Rp1,77 juta juta
- Sumatera Selatan Rp1,08 juta juta
- Riau Rp902,87 miliar
- Kalimantan Timur Rp613,77 miliar
- Bali Rp594,49 miliar
- Gorontalo Rp588,28 miliar