Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan pengeluaran barang dan jasa kelompok rentan miskin di Kep. Riau pada 2025 tercatat 14,9% menjadi Rp77,99 ribu. Sebelumnya menurut rekam jejak delapan tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Kep. Riau pernah terjadi pada 2011 dengan pertumbuhan sebesar 191.33%. Adapun dalam enam tahun terakhir, pengeluaran barang dan jasa kelompok rentan miskin tercatat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 8,09%
DKI Jakarta mencatatkan pengeluaran barang dan jasa kelompok rentan miskin tertinggi dengan Rp83,1 ribu. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 22,19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Wonogiri | 2024)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Kep. Riau. Jumlah pengeluaran barang dan jasa kelompok rentan miskin di provinsi ini dilaporkan Rp77,99 ribu. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah pengeluaran barang dan jasa kelompok rentan miskin terlihat naik 14,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak Rp67,88 ribu .
Berikutnya, Kep. Bangka Belitung dengan pengeluaran barang dan jasa kelompok rentan miskin Rp76,04 ribu (naik 18,93%), Sumatera Utara dengan pengeluaran barang dan jasa kelompok rentan miskin Rp75,36 ribu (naik 3,12%) dan pengeluaran barang dan jasa kelompok rentan miskin di Jawa Tengah naik 15,04% menjadi Rp74,9 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: Statistik Pengeluaran untuk Internet dan Warnet Kelompok Kelas Atas Periode 2013-2025)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan pengeluaran barang dan jasa kelompok rentan miskin jumlah tertinggi:
- DKI Jakarta Rp83,1 ribu
- Kep. Riau Rp77,99 ribu
- Kep. Bangka Belitung Rp76,04 ribu
- Sumatera Utara Rp75,36 ribu
- Jawa Tengah Rp74,9 ribu
- Sumatera Barat Rp74,8 ribu
- Kalimantan Timur Rp74,64 ribu
- Papua Barat Rp70,99 ribu
- Lampung Rp70,32 ribu
- DI Yogyakarta Rp69,71 ribu