Menurut data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi di Sumatera Utara pada Januari 2026 tumbuh 38,81%. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 24,83 juta ton. Sebelumnya menurut rekam jejak 20 tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Sumatera Utara pernah terjadi pada Juli 2025 dengan pertumbuhan sebesar 129.24% dan untuk rata-rata enam tahun terakhir pertumbuhan turun 0,98%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Provinsi Kep. Bangka Belitung Ekspor 2,99 Juta Ton Ikan Kerang Kerangan Moluska dan Olahannya)
Rata-rata nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi di Indonesia saat ini sebesar 56,53 juta ton data per Januari 2026. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.
Kep. Bangka Belitung berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi sebanyak 131,81 juta ton. Perkembangan data bulanan di wilayah ini turun 27,11% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.
(Baca: Provinsi Kep. Riau Ekspor 1,67 Juta Ton Alat Telekomunikasi)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Kep. Bangka Belitung. Periode yang sama bulan sebelumnya nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi di provinsi ini tercatat 180,84 juta ton.
Selanjutnya, Jawa Timur dengan nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi 99,04 juta ton (turun 47,29%), Banten dengan nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi 88,39 juta ton (naik 14,32%) dan nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi di DKI Jakarta turun 51,77% menjadi 28,96 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya
Berikut ini sepuluh provinsi dengan nilai ekspor SITC kode 68 logam tidak mengandung besi tertinggi pada Januari 2026:
- Kep. Bangka Belitung 131,81 juta ton
- Jawa Timur 99,04 juta ton
- Banten 88,39 juta ton
- DKI Jakarta 28,96 juta ton
- Sumatera Utara 28,75 juta ton
- Nusa Tenggara Timur 2.730 ton
- Papua 300 ton
- Kalimantan Barat 90 ton
- Sumatera Selatan 30 ton