Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), garis kemiskinan makanan di perkotaan di Nusa Tenggara Timur pada Maret 2025 tercatat Rp477,5 ribu per kapita per bulan. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp457,43 ribu per kapita per bulan. Dalam sepuluh tahun terakhir, garis kemiskinan makanan di perkotaan menurut provinsi menunjukkan tren kenaikan. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk lima tahun terakhir, garis kemiskinan makanan di perkotaan menurut provinsi juga dalam tren naik.
Sebelumnya menurut rekam jejak sepuluh tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Nusa Tenggara Timur pernah terjadi pada September 2019 dengan pertumbuhan sebesar 6,18%. Adapun dalam empat tahun terakhir, garis kemiskinan makanan di perkotaan tercatat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,67%
(Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Sumatera Barat Turun 0,02%(Data Desember 2025))
Papua Pegunungan berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah garis kemiskinan makanan di perkotaan sebanyak 1,13 juta. Perkembangan data semesteran di wilayah ini naik 5,67% dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya.
Setelahnya Papua Barat di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya, garis kemiskinan makanan di perkotaan di provinsi ini tumbuh 3,85%. Periode yang sama semester sebelumnya garis kemiskinan makanan di perkotaan di provinsi ini tercatat 679,97 ribu .
Selanjutnya, Kalimantan Utara dengan garis kemiskinan makanan di perkotaan 684,56 ribu (naik 4,91%), garis kemiskinan makanan di perkotaan di Papua Tengah naik 10,61% menjadi 671,78 ribu dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya dan Kep. Bangka Belitung dengan garis kemiskinan makanan di perkotaan 670,85 ribu (naik 4,27%)
(Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Kep. Riau Turun 2,33%(Data Desember 2025))
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan garis kemiskinan makanan di perkotaan dengan jumlah tertinggi:
- Papua Pegunungan 1,13 juta
- Papua Barat 687,67 ribu
- Kalimantan Utara 684,56 ribu
- Papua Tengah 671,78 ribu
- Kep. Bangka Belitung 670,85 ribu
- Kalimantan Timur 611,69 ribu
- Papua Barat Daya 598,19 ribu
- DKI Jakarta 591,93 ribu
- Jambi 572,99 ribu
- Kep. Riau 568,1 ribu