Data per September 2025, pertumbuhan garis kemiskinan makanan di perkotaan di Kep. Riau tercatat 5,54% menjadi Rp599,6 ribu per kapita per bulan. Sebelumnya, Kep. Riau pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada September 2022 sebesar 7,16%. Sedangkan rata-rata empat tahun terakhir garis kemiskinan makanan di perkotaan tumbuh dengan angka 4,36%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kab. Buton 2018 - 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data garis kemiskinan makanan di perkotaan di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin garis kemiskinan makanan di perkotaan di tanah air.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan di Perdesaan Periode 2015-2025)
Urutan pertama adalah Papua Pegunungan, wilayah ini mencatatkan hingga 1,19 juta. Provinsi ini mencatatkan peningkatan 68.719 dibandingkan dengan semester sebelumnya. Papua barat berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama semester sebelumnya, garis kemiskinan makanan di perkotaan di provinsi ini tumbuh 9,01%. Periode yang sama semester sebelumnya garis kemiskinan makanan di perkotaan di provinsi ini tercatat 687,67 ribu .
Selanjutnya, Kalimantan Utara dengan garis kemiskinan makanan di perkotaan 716,89 ribu (naik 7,31%), Papua Tengah dengan garis kemiskinan makanan di perkotaan 712,05 ribu (naik 11,46%) dan Kep. Bangka Belitung dengan garis kemiskinan makanan di perkotaan 701,02 ribu (naik 7,79%)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan garis kemiskinan makanan di perkotaan dengan jumlah tertinggi:
- Papua Pegunungan 1,19 juta
- Papua Barat 741,25 ribu
- Kalimantan Utara 716,89 ribu
- Papua Tengah 712,05 ribu
- Kep. Bangka Belitung 701,02 ribu
- Papua Barat Daya 635,3 ribu
- Kalimantan Timur 630,09 ribu
- DKI Jakarta 622,17 ribu
- Jambi 615,37 ribu
- Maluku 605,76 ribu