Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data garis kemiskinan di perdesaan di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin garis kemiskinan di perdesaan di tanah air.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Djibouti 2015 - 2024)
Kep. Bangka Belitung mencatatkan garis kemiskinan di perdesaan tertinggi dengan Rp893,38 ribu per kapita/bulan. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 2,35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelahnya Kalimantan Timur di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, garis kemiskinan di perdesaan di provinsi ini tumbuh nan%. Periode yang sama tahun sebelumnya garis kemiskinan di perdesaan di provinsi ini tercatat Rp758,57 ribu per kapita/bulan.
Selanjutnya, garis kemiskinan di perdesaan di Kalimantan Utara di angka Rp765,6 ribu per kapita/bulan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, garis kemiskinan di perdesaan di Kep. Riau di angka Rp708,17 ribu per kapita/bulan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan Papua Barat dengan garis kemiskinan di perdesaan Rp702,53 ribu per kapita/bulan
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kab. Badung 2018 - 2024)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan garis kemiskinan di perdesaan tertinggi pada 2023:
- Kep. Bangka Belitung Rp893,38 ribu per kapita/bulan
- Kalimantan Timur Rp776,28 ribu per kapita/bulan
- Kalimantan Utara Rp765,6 ribu per kapita/bulan
- Kep. Riau Rp708,17 ribu per kapita/bulan
- Papua Barat Rp702,53 ribu per kapita/bulan
- Maluku Rp676 ribu per kapita/bulan
- Papua Rp661,95 ribu per kapita/bulan
- Sumatera Barat Rp652,71 ribu per kapita/bulan
- Riau Rp632,7 ribu per kapita/bulan
- Kalimantan Tengah Rp613,49 ribu per kapita/bulan