Data per 2025, pertumbuhan pengeluaran perawatan kelompok miskin di Sulawesi Barat tumbuh -4,28% menjadi Rp3.830,96. Sebelumnya, Sulawesi Barat pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada 2018 sebesar 237.62%. Adapun dalam enam tahun terakhir, pengeluaran perawatan kelompok miskin tercatat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 8,98%
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Belanda 2015 - 2024)
Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), data per 2025, pengeluaran perawatan kelompok miskin jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai Rp62,82 ribu. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 40,21% dari total seluruh provinsi.
Kalimantan Timur mencatatkan pengeluaran perawatan kelompok miskin tertinggi dengan Rp7.589,63. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 12,37% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Statistik Pengeluaran Perawatan Kelompok Rentan Miskin Periode 2013-2025)
Berikutnya adalah Papua Barat yang mencatatkan pengeluaran perawatan kelompok miskin Rp7.328,98 lebih tinggi periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, pengeluaran perawatan kelompok miskin di provinsi ini naik 15,21% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, Maluku dengan pengeluaran perawatan kelompok miskin Rp6.771,06 (naik 15,46%), Sumatera Barat dengan pengeluaran perawatan kelompok miskin Rp6570.9 (naik 31,67%) dan Maluku Utara dengan pengeluaran perawatan kelompok miskin Rp6.439,91 (turun 0,46%)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan pengeluaran perawatan kelompok miskin tertinggi pada 2025:
- Kalimantan Timur Rp7.589,63
- Papua Barat Rp7.328,98
- Maluku Rp6.771,06
- Sumatera Barat Rp6570.9
- Maluku Utara Rp6.439,91
- Kep. Riau Rp6.098,21
- Sulawesi Tengah Rp5.768,68
- Aceh Rp5584.5
- Papua Rp5.362,17
- Sumatera Utara Rp5.305,61