Data per 2024, persentase penduduk perempuan di perkotaan yang mempunyai keluhan kesehatan di Maluku Utara tercatat 15,38% naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 15,82%. Sebelumnya, Maluku Utara pernah mencatatkan persentase dengan angka tertinggi pada 2010 sebesar 30,82%
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Boyolali Periode 2004 - 2024)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata persentase penduduk perempuan di perkotaan yang mempunyai keluhan kesehatan untuk 10 provinsi teratas data per 2024 adalah 25,18%.
Nusa Tenggara Barat mencatatkan persentase penduduk perempuan di perkotaan yang mempunyai keluhan kesehatan tertinggi dengan 40,22%. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 1,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Nusa tenggara timur berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, persentase penduduk perempuan di perkotaan yang mempunyai keluhan kesehatan di provinsi ini tumbuh 34,65%. Periode yang sama tahun sebelumnya persentase penduduk perempuan di perkotaan yang mempunyai keluhan kesehatan di provinsi ini tercatat 30,67%.
Selanjutnya, persentase penduduk perempuan di perkotaan yang mempunyai keluhan kesehatan di Gorontalo tercatat di angka 34,61%, persentase penduduk perempuan di perkotaan yang mempunyai keluhan kesehatan di Jawa Tengah tercatat di angka 34,57% dan persentase penduduk perempuan di perkotaan yang mempunyai keluhan kesehatan di Kep. Bangka Belitung tercatat di angka 33,27%
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Deli Serdang Periode 2004 - 2024)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan persentase penduduk perempuan di perkotaan yang mempunyai keluhan kesehatan persentase tertinggi:
- Nusa Tenggara Barat 40,22 %
- Nusa Tenggara Timur 34,65 %
- Gorontalo 34,61 %
- Jawa Tengah 34,57 %
- Kep. Bangka Belitung 33,27 %
- DI Yogyakarta 32,49 %
- Sumatera Barat 32,16 %
- Lampung 31,69 %
- Bengkulu 31,02 %
- Sumatera Selatan 30,89 %