Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua 2025
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Provinsi Papua pada tahun 2025 mencapai 1.810.767 Rupiah. Angka ini naik 14,68 persen dibandingkan tahun 2024, sekaligus menjadi kenaikan tertinggi selama 10 tahun terakhir untuk nilai total pengeluaran masyarakat. Apabila dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, nilai 2025 tercatat 15,2 persen lebih tinggi, sedangkan jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir mengalami kenaikan sebesar 21,9 persen. Pertumbuhan pengeluaran masyarakat periode ini tercatat lebih baik dibandingkan periode tiga dan lima tahun sebelumnya.
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian Periode 2013-2025)
Untuk kategori pengeluaran pada tahun 2025, masyarakat Papua mengalokasikan 830.864 Rupiah per kapita per bulan untuk kebutuhan makanan, sedangkan 979.903 Rupiah untuk kebutuhan bukan makanan. Secara persentase, alokasi makanan mencapai 45,88 persen dari total pengeluaran, sementara alokasi bukan makanan mendominasi dengan porsi 54,12 persen. Ini merupakan pertama kalinya selama 15 tahun data tercatat, porsi pengeluaran bukan makanan berada di atas 54 persen dari total pengeluaran rumah tangga di provinsi ini.
Secara historis, fluktuasi pengeluaran makanan di Papua ditandai dengan lonjakan ekstrem pada tahun 2014 dimana porsi pengeluaran makanan mencapai 69,61 persen menjadi anomali tertinggi selama 10 tahun terakhir, sementara titik terendah porsi pengeluaran makanan tercatat tepat pada tahun 2025 ini. Kenaikan tertinggi pengeluaran bukan makanan terjadi pada periode 2023 sampai 2025, dimana terjadi peningkatan nilai secara berturut-turut tanpa penurunan sama sekali.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur di Kota Salatiga | 2024)
Berdasarkan urutan antar provinsi secara nasional pada tahun 2025, persentase konsumsi makanan Provinsi Papua berada di urutan ke-32 dari seluruh provinsi di Indonesia. Sebaliknya, urutan persentase konsumsi bukan makanan Papua berada di urutan ke-6 nasional. Posisi ini tetap sama dibandingkan catatan tahun 2024, yang menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat Papua sudah berlangsung stabil selama dua tahun berturut-turut.
Untuk peringkat berdasarkan kelompok pulau Papua, pada tahun 2025 provinsi ini berada di peringkat 3 untuk total pengeluaran per kapita. Sementara itu secara peringkat nilai nasional, pengeluaran makanan Papua berada di urutan ke-5, dan pengeluaran bukan makanan untuk pertama kalinya menempati urutan teratas ke-1 secara nasional. Kondisi ini mengkonfirmasi pergeseran struktur konsumsi rumah tangga yang fundamental di wilayah ini.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jun) | 3,34% | +0.26 | |
| Inflasi mom (Jun) | 0,44% | +0.16 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.988 | -0.09 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Ekspor Migas (Mei) | 758,10 | -34.38 | |
| Neraca perdagangan (Mei) | -1,61 | -1,907.18 | |
| Impor Migas (Mei) | 4,51 | -1.82 | |
| Ekspor (Mei) | 23,20 | -8.30 | |
| Impor (Mei) | 24,81 | -1.59 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jun) | 114,65 | +0.76 |