Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), data per 2024, PDRB ADHK sektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai Rp836,27 triliun. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 72,22% dari total seluruh provinsi.
Sumatera Utara mencatatkan PDRB ADHK sektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian tertinggi dengan Rp144,03 triliun. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 3,92% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Sarolangun Menurut Sektor pada 2024)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Jawa Timur. Periode yang sama tahun sebelumnya PDRB ADHK sektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian di provinsi ini tercatat Rp134,45 triliun.
Selanjutnya, Jawa Tengah dengan PDRB ADHK sektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian Rp118,49 triliun (naik 1,17%), PDRB ADHK sektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian di Riau naik 2,64% menjadi Rp118,01 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan Jawa Barat dengan PDRB ADHK sektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian Rp101,85 triliun (naik 1,65%)
(Baca: PDRB ADHB di Kota Palembang Menurut Sektor pada 2024)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan PDRB ADHK sektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian tertinggi pada 2024:
- Sumatera Utara Rp144,03 triliun
- Jawa Timur Rp134,9 triliun
- Jawa Tengah Rp118,49 triliun
- Riau Rp118,01 triliun
- Jawa Barat Rp101,85 triliun
- Lampung Rp54,57 triliun
- Sulawesi Selatan Rp44,43 triliun
- Sumatera Selatan Rp44,26 triliun
- Jambi Rp42,53 triliun
- Sumatera Barat Rp33,19 triliun