Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bali 2025

1
Agus Dwi Darmawan 09/10/2026 07:01 WIB
Image Loader
Memuat...
Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bali 2016 - 2025
databoks logo
  • A Small
  • A Medium
  • A Bigger

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Provinsi Bali tahun 2025 mencapai 1.964.618 Rupiah. Dari nilai tersebut, 827.210 Rupiah atau 42,11 persen dialokasikan untuk kebutuhan makanan, sedangkan 1.137.408 Rupiah atau 57,89 persen digunakan untuk pengeluaran bukan makanan. Dibandingkan tahun 2024, nilai total pengeluaran mengalami kenaikan sebesar 4,9 persen, dengan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sedikit lebih tinggi dibandingkan pengeluaran makanan pada periode yang sama.

(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kampar | 2004 - 2025)

Secara historis selama 15 tahun pengamatan, pengeluaran masyarakat Bali menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan kecuali periode 2020-2022 yang sempat mengalami penurunan sedikit akibat krisis pariwisata. Kenaikan tertinggi pengeluaran total terjadi pada tahun 2023 sebesar 20,7 persen, sedangkan titik terendah pertumbuhan tercatat pada tahun 2022. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, nilai pengeluaran 2025 naik 11,2 persen, dan jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir mengalami kenaikan sebesar 19,8 persen. Pertumbuhan pengeluaran periode tiga tahun terakhir menunjukkan kondisi yang lebih baik dibandingkan periode lima tahun sebelumnya.

Sepanjang seluruh periode pengamatan sejak 2011, Bali tetap mempertahankan peringkat pertama pengeluaran per kapita di wilayah pulau Nusa Tenggara dan Bali. Untuk peringkat pengeluaran makanan, Bali kembali menempati urutan pertama di wilayahnya pada 2025, sama seperti posisi tahun 2024. Sementara itu peringkat pengeluaran bukan makanan juga tidak berubah, tetap bertahan di posisi pertama di wilayah yang sama selama dua tahun berturut-turut.

(Baca: Channel Youtube Paling Banyak Ditinggal | 03 Oct 2026)

Untuk urutan persentase konsumsi makanan secara nasional, Bali menempati urutan ke 36 pada tahun 2025, tidak berubah dari posisi tahun sebelumnya. Posisi ini menunjukkan bahwa porsi pengeluaran makanan masyarakat Bali termasuk salah satu yang terendah diantara seluruh provinsi di Indonesia. Sebaliknya untuk urutan persentase konsumsi bukan makanan, Bali menempati urutan ke 3 secara nasional, posisi yang sama sejak tahun 2023. Hal ini mengkonfirmasi struktur pengeluaran masyarakat Bali yang lebih didominasi oleh kebutuhan non makanan.

Fluktuasi yang terjadi pada periode 2020-2022 merupakan satu-satunya anomali penurunan pengeluaran selama 10 tahun terakhir, dimana pada periode tersebut penurunan pendapatan sektor pariwisata menyebabkan masyarakat menyesuaikan pola konsumsi, khususnya menekan pengeluaran bukan makanan. Setelah pemulihan pariwisata dimulai pada akhir 2022, pertumbuhan pengeluaran kembali berjalan stabil hingga tahun 2025. Sepanjang tahun 2025 tidak tercatat gejolak konsumsi yang berarti, dengan pertumbuhan pengeluaran berjalan secara bertahap.

"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."

Market Data

Macro update by
09 October 2026
Macro
Exchange Rates
Commodities
Employment
Name Value %
Inflasi yoy (Sep) 3,28% +0.09
Inflasi mom (Agu) 0,21% +0.35
Economic growth 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.880 +0.04
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Ekspor Migas (Agu) 992,20 +25.98
Neraca perdagangan (Agu) 3,55 +2,814.03
Impor Migas (Agu) 3,53 -6.37
Ekspor (Agu) 26,61 +1.51
Impor (Agu) 23,06 -11.63
Kunjungan Wisman (Agu) 1,60 +4.89
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Popular Data

Loading...