Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bali 2025
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Provinsi Bali tahun 2025 mencapai 1.964.618 Rupiah. Dari nilai total tersebut, 827.210 Rupiah dialokasikan untuk kebutuhan makanan, sedangkan 1.137.408 Rupiah digunakan untuk kebutuhan bukan makanan. Secara persentase, pembagian pengeluaran tahun 2025 adalah 42,11% untuk makanan dan 57,89% untuk kategori bukan makanan.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur di Kab. Musi Rawas | 2024)
Data historis 15 tahun terakhir menunjukkan pengeluaran masyarakat Bali terus mengalami kenaikan berkelanjutan, hanya terjadi sedikit penurunan pada periode 2020 sampai 2022 akibat dampak pandemi. Kenaikan tertinggi pengeluaran total tercatat pada tahun 2023 dengan lonjakan 20,7% dari tahun sebelumnya, sedangkan titik terendah pertumbuhan terjadi pada tahun 2021. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, pengeluaran 2025 tercatat naik 8,2% dan naik 36,1% dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir, menunjukan pertumbuhan kondisi ekonomi masyarakat yang membaik.
Tren fluktuatif persentase pengeluaran makanan terlihat pada data, dimana nilai ini bergerak stabil pada rentang 37% sampai 45% sepanjang 10 tahun terakhir, tanpa terjadi anomali penyimpangan jauh dari rentang normal. Pada tahun 2025, persentase konsumsi makanan Bali berada di urutan ke 35 dari seluruh provinsi di Indonesia. Artinya, Bali termasuk salah satu provinsi dengan porsi pengeluaran makanan terendah secara nasional.
(Baca: Statistik Produksi Jambu Biji Periode 2013-2025)
Sebaliknya, urutan persentase konsumsi bukan makanan Bali tahun 2025 berada di peringkat 3 nasional. Posisi ini menunjukan masyarakat Bali memiliki alokasi belanja non makanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan mayoritas provinsi lain di Indonesia. Sepanjang periode pengamatan, peringkat ini tidak pernah keluar dari 5 besar nasional secara konsisten.
Dari sisi peringkat wilayah Pulau Nusa Tenggara dan Bali, Bali masih mempertahankan posisi pertama untuk seluruh kategori pengeluaran pada tahun 2025. Peringkat pengeluaran makanan kembali ke posisi 1 wilayah setelah sempat menempati urutan 2 pada tahun 2021 dan 2022, sedangkan peringkat pengeluaran bukan makanan tetap konsisten berada di urutan pertama wilayah selama 15 tahun berturut-turut.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.684 | -0.33 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |