Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di DI Yogyakarta 2015 - 2024
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan di DI Yogyakarta pada 2024 mencapai Rp1.758.865. Dari total tersebut, Rp748.182 dialokasikan untuk makanan dan Rp1.010.683 untuk bukan makanan. Pengeluaran total ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp1.731.560.
Secara historis, pengeluaran masyarakat DI Yogyakarta terus mengalami peningkatan dari tahun 2011 hingga 2024. Pengeluaran tertinggi untuk makanan terjadi pada tahun 2024 sebesar Rp748.182, sedangkan pengeluaran terendah tercatat pada tahun 2011 sebesar Rp276.323. Untuk pengeluaran bukan makanan, nilai tertinggi juga terjadi pada tahun 2024 sebesar Rp1.010.683 dan terendah pada tahun 2011 sebesar Rp348.721. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pengeluaran cenderung fluktuatif, dengan kenaikan signifikan pada tahun 2023 dan sedikit peningkatan pada 2024. Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), terjadi pertumbuhan yang cukup baik pada pengeluaran masyarakat.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi di Kab. Brebes 2018 - 2024)
Pada tahun 2024, persentase pengeluaran untuk makanan adalah 42,54%, sedangkan untuk bukan makanan 57,46%. Artinya, mayoritas pengeluaran masyarakat DI Yogyakarta dialokasikan untuk kebutuhan non-pangan. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, persentase ini relatif stabil.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Gowa | 2024)
Secara nasional, pada tahun 2024, DI Yogyakarta berada di urutan ke-37 untuk persentase konsumsi makanan. Peringkat ini menunjukkan bahwa proporsi pengeluaran untuk makanan di DI Yogyakarta relatif lebih rendah dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Sementara itu, untuk persentase konsumsi bukan makanan, DI Yogyakarta menempati urutan ke-2. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat DI Yogyakarta cenderung mengalokasikan sebagian besar pengeluaran mereka untuk barang dan jasa selain makanan dibandingkan dengan provinsi lain.
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir, urutan persentase konsumsi untuk makanan dan bukan makanan mengalami perubahan. Pada 2024, peringkat untuk makanan turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sementara peringkat untuk bukan makanan tetap stabil di posisi atas. Sebagai catatan, DI Yogyakarta tetap berada di peringkat ke-3 untuk wilayah Pulau Jawa. Peringkat nilai tahun terakhir untuk makanan berada di urutan ke-4 dan peringkat untuk bukan makanan berada di urutan ke-2.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."