Menurut data Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, pertumbuhan populasi ayam ras pedaging di Kep. Bangka Belitung pada 2024 tumbuh 1,55%. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 26,59 juta ekor. Sebelumnya menurut rekam jejak 12 tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Kep. Bangka Belitung pernah terjadi pada 2005 dengan pertumbuhan dengan angka populasi ayam ras pedaging mencapai 22,67 juta ekor. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi populasi ayam ras pedaging terus menguat dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Harga Daging Sapi Kualitas 1 di Pasar Tradisional Periode April 2025-2026)
Menurut publikasi Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, data per 2024, populasi ayam ras pedaging jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 2,57 miliar ekor. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 81,71% dari total seluruh provinsi.
Urutan pertama adalah Jawa Barat, wilayah ini mencatatkan hingga 703,87 juta ekor. Provinsi ini mencatatkan penurunan -20,58 juta ekor dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
(Baca: Harga Daging Ayam Ras Segar di 10 Provinsi Ini Paling Mahal (Jumat, 10 April 2026))
Berikutnya adalah Jawa Tengah yang mencatatkan populasi ayam ras pedaging 623,38 juta ekor lebih kecil periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, populasi ayam ras pedaging di provinsi ini turun 0,2% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, Jawa Timur dengan populasi ayam ras pedaging 418,74 juta ekor (turun 0,97%), Banten dengan populasi ayam ras pedaging 185,75 juta ekor (turun 1,03%) dan populasi ayam ras pedaging di Sumatera Utara turun 0,65% menjadi 162,46 juta ekor dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
Berikut ini sepuluh provinsi dengan populasi ayam ras pedaging tertinggi pada 2024:
- Jawa Barat 703,87 juta ekor
- Jawa Tengah 623,38 juta ekor
- Jawa Timur 418,74 juta ekor
- Banten 185,75 juta ekor
- Sumatera Utara 162,46 juta ekor
- Sumatera Selatan 110,19 juta ekor
- Sulawesi Selatan 99,49 juta ekor
- Kalimantan Selatan 93,19 juta ekor
- Lampung 86,9 juta ekor
- Riau 85,95 juta ekor