Menurut data Kementerian Pertanian, pertumbuhan produksi tomat di DI Yogyakarta pada 2024 tumbuh 6,57%. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 884 ton. Sejak 2000, produksi tomat menurut provinsi di DI Yogyakarta menunjukkan tren kenaikan dari sisi jumlah. Sementara itu dalam lima tahun terakhir, produksi tomat menurut provinsi dalam tren turun.
Sebelumnya menurut rekam jejak 12 tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di DI Yogyakarta pernah terjadi pada 2002 dengan pertumbuhan dengan angka produksi tomat mencapai 1.176,57 ton. Sedangkan rata-rata dalam enam tahun terakhir yakni sebesar 10,88%.
(Baca: Produksi Telur Itik/Itik Manila Periode 2013-2024)
Daftar 10 Terbesar:
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, total produksi tomat seluruh Indonesia pada 2024 mencapai 1,15 juta ton.
Produksi tomat tersebut naik 0,37% dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Produksi Cengkeh Periode 2015-2023)
Jawa Barat berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Kementerian Pertanian mencatat jumlah produksi tomat sebanyak 264,71 ribu ton. Perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 1,25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menyusul di urutan berikutnya adalah Sumatera Utara. Jumlah produksi tomat di provinsi ini dilaporkan 215,66 ribu ton. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah produksi tomat terlihat naik 5,78% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 203,87 ribu ton.
Berikutnya, Jawa Timur dengan produksi tomat 113,24 ribu ton (naik 8,79%), produksi tomat di Jawa Tengah naik 6,31% menjadi 102,63 ribu ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan produksi tomat di Sulawesi Selatan naik 51,94% menjadi 98,47 ribu ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
Berikut ini sepuluh provinsi dengan produksi tomat tertinggi pada 2024:
- Jawa Barat 264,71 ribu ton
- Sumatera Utara 215,66 ribu ton
- Jawa Timur 113,24 ribu ton
- Jawa Tengah 102,63 ribu ton
- Sulawesi Selatan 98,47 ribu ton
- Sumatera Barat 85,59 ribu ton
- Jambi 56,18 ribu ton
- Sulawesi Utara 33,88 ribu ton
- Bengkulu 32,66 ribu ton
- Nusa Tenggara Barat 25,21 ribu ton