Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Tebing Tinggi, pada 2024 tercatat Rp7,88 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,37% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp7,43 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 2,51%.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Banten 2018 - 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 182,23 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp43.514 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 300.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp2,02 jutajuta. Nominal ini tumbuh 6,31%.
Kemudian sektor konstruksi tumbuh 1,33% menjadi Rp1,11 jutajuta kemudian diikuti oleh sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 3,58% menjadi Rp876,77 ribujuta.
(Baca: Statistik Persentase Rumah Tangga Berdasarkan Jenis Lantai Terluas Tanah Periode 2021-2025)
Terakhir, PDRB di Kota Tebing Tinggi, untuk urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan nilai Rp659,7 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 2,39% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp625,59 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kota Tebing Tinggi pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Tebing Tinggi ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 24,81%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor industri pengolahan, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, dan sektor transportasi dan pergudangan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Pertambangan dan Penggalian dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.