Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Purworejo, pada 2024 tercatat Rp24,8 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,79% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp23,19 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,31%.
(Baca: 10 Provinsi dengan Harga Cabai Rawit Hijau Paling Mahal (Senin, 23 Februari 2026))
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 809,12 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp31.195 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 419.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Purworejo merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp5,18 jutajuta. Nominal ini pertumbuhan negatif -0,08% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp5 jutajuta.
Kemudian sektor industri pengolahan tumbuh 4,86% menjadi Rp4,98 jutajuta, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor diurutan ketiga dengan PDRB Rp2,99 jutajuta (3,52%).
(Baca: Harga Beras Kualitas Super I di Pasar Modern Periode Februari 2025-2026)
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan PDRB Rp2,13 jutajuta. Sektor ini tercatat tumbuh 8,55% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp1,93 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Purworejo pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Purworejo ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 18,46%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.