Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Lampung Selatan, pada 2024 tercatat Rp60,32 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,62% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp55,99 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 2,6%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Rokan Hilir Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 1,11 juta jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp53.891 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 235.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Lampung Selatan pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp15,67 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh -1,93% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp15,33 jutajuta.
Selanjutnya di posisi kedua adalah sektor industri pengolahan tumbuh 6,04% menjadi Rp14,18 jutajuta, PDRB sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang kali ini tumbuh 9,94% menjadi Rp9,44 jutajuta.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Lombok Utara Menurut Sektor pada 2024)
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan PDRB Rp4,03 jutajuta. Sektor ini tercatat tumbuh 9,81% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp3,61 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Lampung Selatan pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Lampung Selatan ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 24,52%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, dan sektor transportasi dan pergudangan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Jasa Perusahaan.