Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Sampang, pada 2024 mencapai Rp24,88 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 1,71% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp24,09 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 0,22%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Toba Samosir Periode 2004 - 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 1,01 juta jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp24.484 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 473.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Sampang merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp7,15 jutajuta. PDRB ini pertumbuhan negatif -5,43% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp7,38 jutajuta.
Kemudian sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 5,77% menjadi Rp4,97 jutajuta, PDRB sektor pertambangan dan penggalian yang kali ini pertumbuhan negatif -4,76% menjadi Rp3,6 jutajuta.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Angola 2015 - 2024)
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan PDRB Rp1,35 jutajuta. Sektor ini tercatat tumbuh 5,65% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp1,27 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Sampang pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Sampang ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 26,03%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor pertambangan dan penggalian, sektor konstruksi, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.