Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, pada 2024 mencapai Rp4,17 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,14% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp3,81 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,05%.
(Baca: Tiga Hari Terakhir, Harga Perak Terus Naik)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 91.051 jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp45.221 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 286.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp1,68 jutajuta. PDRB ini tumbuh 7,42%.
Di urutan kedua adalah sektor pertambangan dan penggalian pertumbuhan negatif -2,24% menjadi Rp1,09 jutajuta, kemudian PDRB sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang kali ini tumbuh 4,57% menjadi Rp419,94 ribujuta.
(Baca: Penduduk Kabupaten Labuhan Batu Mengeluarkan Rp249 per Kapita per Minggu untuk Membeli Sawi Hijau)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, untuk urutan lima besar adalah konstruksi dengan nilai Rp268,92 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 4,32% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp254,66 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 42,77%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertambangan dan penggalian, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Informasi dan Komunikasi,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Jasa Perusahaan.