Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Kerinci, pada 2024 mencapai Rp14,72 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,57% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp13,41 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,89%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Kep. Siau Tagulandang Biaro Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 270,58 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp57.339 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 208.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Kerinci pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp7,19 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 2,81% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp6,47 jutajuta.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kabupaten Kerinci ini adalah sektor konstruksi tumbuh 5,08% menjadi Rp1,76 jutajuta kemudian diurutan berikutnya diikuti oleh sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 5,11% menjadi Rp1,52 jutajuta.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Aceh Tengah Menurut Sektor pada 2024)
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan PDRB Rp789,89 ribujuta. Sektor ini tercatat tumbuh 12,72% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp677,76 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Kerinci pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Kerinci ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 45,27%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor informasi dan komunikasi, dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.