Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Aceh Tengah, pada 2024 mencapai Rp10,72 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,98% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp9,84 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,3%.
(Baca: Harga Bawang Putih Ukuran sedang di Kalimantan Barat Rp.79.900 per Kg (Jumat, 26 Desember 2025))
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 230,77 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp47.284 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 273.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp4,92 jutajuta. PDRB ini tumbuh 1,45%.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 6,88% menjadi Rp1,46 jutajuta, sektor konstruksi tumbuh 7,51% menjadi Rp1,11 jutajuta.
(Baca: Harga Minyak Goreng Kemasan Bermerk 1 di Pasar Tradisional Periode Desember 2024-2025)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Aceh Tengah, untuk urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan nilai Rp394,96 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 11,14% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp351,81 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Aceh Tengah pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Aceh Tengah ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 40,48%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, dan sektor transportasi dan pergudangan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.