Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Ambon, pada 2024 mencapai Rp19,84 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,96% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp18,5 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 4,08%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Aceh Tengah Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 357,29 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp54.699 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 228.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib menjadi unggulan.
Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib di Kota Ambon pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp5,1 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 7,35% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp4,72 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 9,02% menjadi Rp4,19 jutajuta, kemudian PDRB sektor transportasi dan pergudangan yang kali ini tumbuh 7,36% menjadi Rp2,19 jutajuta.
(Baca: Data Historis Rata - Rata Upah di Jawa Timur Periode 2018-2023)
Terakhir, PDRB di Kota Ambon, untuk urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan nilai Rp1,39 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 4,59% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp1,33 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kota Ambon pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Ambon ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 23,48%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor informasi dan komunikasi, sektor transportasi dan pergudangan, dan sektor jasa keuangan dan asuransi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Real Estate dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.