Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Yogyakarta, pada 2024 tercatat Rp49,39 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,05% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp46,19 juta .
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Harga Bawang Putih di Pasar Modern Periode April 2025-2026)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 415,02 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp131,43 juta/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 53.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor penyediaan akomodasi dan makan minum. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp6,64 jutajuta. PDRB ini tumbuh 8,8%.
Selanjutnya di posisi kedua adalah sektor informasi dan komunikasi tumbuh 4,49% menjadi Rp6,12 jutajuta, PDRB sektor industri pengolahan yang kali ini tumbuh 3,51% menjadi Rp5,94 jutajuta.
(Baca: Populasi Sapi Potong Periode 2013-2024)
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan PDRB Rp4,63 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kota Yogyakarta pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Yogyakarta ini adalah sektor informasi dan komunikasi dengan kontribusi mencapai 18,34%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor industri pengolahan, sektor jasa pendidikan, dan sektor real estate.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas,Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pertambangan dan Penggalian.