Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Bengkulu Tengah, pada 2025 mencapai Rp7175 miliar. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,01% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp6781 miliar.
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2022 pasca covid tercatat mencapai 3,04%.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Bengkayang pada 2025)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 125,26 ribu jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp57.775 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 234.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2025 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp2,32 jutajuta. Nominal ini tumbuh 6,52%.
Setelahnya sektor pertambangan dan penggalian pertumbuhan negatif -9,33% menjadi Rp1,16 jutajuta, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 2,06% menjadi Rp1,02 jutajuta.
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan PDRB Rp503,43 ribujuta. Sektor ini tercatat tumbuh 3,73% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp478,39 ribujuta.
(Baca: Nilai PDRB ADHB Informasi dan Komunikasi Periode 2013-2025)
Distribusi PDRB di Kabupaten Bengkulu Tengah pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Bengkulu Tengah ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 29,79%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor industri pengolahan, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.