Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kabupaten Cilacap Bulan Mei Turun 0,05%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Harga-harga komponen penyumbang inflasi barang dan layanan untuk pemeliharaan rumah tangga rutin di Kabupaten Cilacap pada Mei kemarin turun 0,05%. Angka ini meski turun, namun tetap lebih tinggi dibandingkan penurunan yang tercatat di bulan sebelumnya turun 0,41%. Di antara 10 kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga menyumbang 0,63% inflasi daerah ini.
(Baca: Penduduk Kabupaten Asahan Mengeluarkan Rp401 per Kapita per Minggu untuk Membeli Sawi Putih)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga di Kabupaten Cilacap berada di level 100,92 pada Mei 2026, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 100,97.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga telah turun 1,46% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Kabupaten Cilacap telah mengalami pertumbuhan -0,67% (year to date/ytd).
Hasil survei BPS, data per Mei 2026, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan ketiga di bandingkan sub kelompok lainnya.
(Baca: Penduduk Kota Bogor Mengeluarkan Rp446 per Kapita per Minggu untuk Membeli Sawi Putih)
Berikut ini inflasi subkelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang di ukur BPS per Mei di Kabupaten Cilacap :
- Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,63%
- Kelompok peralatan rumah tangga 0,39%
- Kelompok barang pecah belah dan peralatan makan minum 4,53%
- Kelompok furnitur, perlengkapan dan karpet 3,33%
- Kelompok barang dan layanan untuk pemeliharaan rumah tangga rutin -0,05%
Dibandingkan dengan 137 kabupaten/kota lain, inflasi perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,1% dengan IHK sebesar 103.86 dan terendah terjadi di Kabupaten Lebak sebesar 1,42% dengan IHK sebesar 93,12. Sementara untuk Kabupaten Cilacap ini menempati urutan 98.
BPS mencatat, inflasi Maret 2025 mencapai 1,65% secara bulanan dan 3,08% secara tahunan. Meski tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulanan sebelumnya, tingkat inflasi bulanan ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,6%.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.976 | +0.17 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Pertumbuhan ekonomi (tw) (Q1) | 5,61 | +4.08 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |