Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Timika Naik 1,45%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Harga-harga komponen penyumbang inflasi barang pecah belah dan peralatan makan minum di Timika pada April mencapai 1,45%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,43%. Di antara delapan kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga menyumbang 0,21% inflasi daerah ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga di Timika berada di level 114 pada April 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 112,37.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga telah mencapai 1,89% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Timika telah mengalami pertumbuhan 1,45% (year to date/ytd).
Dibandingkan dengan 11 kelompok lainnya, inflasi kelompok ini berada di urutan ketiga.
Berikut ini inflasi subkelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang di ukur BPS per April di Timika :
- Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,21%
- Kelompok peralatan rumah tangga 0,07%
- Kelompok furnitur, perlengkapan dan karpet 1,34%
- Kelompok barang dan layanan untuk pemeliharaan rumah tangga rutin 0,03%
- Kelompok barang pecah belah dan peralatan makan minum 1,45%
Dibandingkan dengan 64 kabupaten/kota lain, inflasi perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 1,24% dengan IHK sebesar 109.28 dan terendah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul sebesar 1,29% dengan IHK sebesar 118.99. Sementara untuk Timika ini menempati urutan 24.
Berikut ini 10 kabupaten/kota dengan inflasi subkelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga tertinggi pada April 2026:
- Kabupaten Aceh Tamiang 23,42%
- Waingapu 17,5%
- Kabupaten Bandung 9,15%
- Kota Samarinda 9,04%
- Kota Lubuk Linggau 6,81%
- Kabupaten Pasaman Barat 5,23%
- Kabupaten Cilacap 5,17%
- Maumere 5,17%
- Kota Serang 4,96%
- Kabupaten Wonogiri 4,75%