Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Maluku Tenggara, pada 2025 mencapai Rp4669 miliar. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,57% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp4408 miliar.
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Pengeluaran Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kabupaten Muara Enim Naik 0,83%)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 129,24 ribu jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp36.623 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 388.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2025 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp1,45 jutajuta. Nominal ini tumbuh 6,91%.
Setelahnya sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 1,59% menjadi Rp1,06 jutajuta, kemudian sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 6,93% menjadi Rp625,42 ribujuta.
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan PDRB Rp208,37 ribujuta. Sektor ini tercatat tumbuh 1,13% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp203,37 ribujuta.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Padang Lawas pada 2025)
Distribusi PDRB di Kabupaten Maluku Tenggara pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Maluku Tenggara ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 31,55%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Real Estate dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.