Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Timor Tengah Utara, pada 2024 tercatat Rp5,16 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,27% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp4,82 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 2,36%.
(Baca: Harga Daging Sapi Kualitas 2 di Pasar Tradisional Periode Maret 2025-2026)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 274,1 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp18.717 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 489.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Timor Tengah Utara pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp2,08 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 1,75% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,97 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 8,65% menjadi Rp849,36 ribujuta, kemudian sektor konstruksi tumbuh 0,1% menjadi Rp503,42 ribujuta.
(Baca: Harga Telur Ayam di Pasar Tradisional Periode Maret 2025-2026)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Timor Tengah Utara, untuk urutan lima besar adalah perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan nilai Rp321,12 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 4,52% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp299,05 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Timor Tengah Utara pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Timor Tengah Utara ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 41,99%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor konstruksi, sektor informasi dan komunikasi, dan sektor transportasi dan pergudangan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.