Kementerian LHK: Jumlah Hotspot di Indonesia Capai 337 Dalam 24 Jam Terakhir (Minggu, 3 Mei 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 03/05/2026 11:10 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 337 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 62 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Minggu (3/5/2026) pukul 11.10 WIB. Dari 337 titik panas terdeteksi, 3 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 330 titik skala sedang, dan 4 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Indonesia Punya Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Timur sebanyak 119 titik. Sulawesi Tengah menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 34 titik. Kalimantan Utara berada di posisi ketiga sebanyak 29 titik panas.

Sebanyak 18 titik panas terdeteksi di Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur menyusul dengan 18 titik panas, serta Sulawesi Selatan dan Kalimantan Tengah masing-masing memiliki 14 dan 12 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Negara dengan Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia, Indonesia Pertama)

Data Populer

Loading...