Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Bangli Capai 4,34% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Bangli, Bali sebesar 4,34% pada 2025.
Angka tersebut naik 1,4% dari tahun sebelumnya sebesar 2,94%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,18%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Bangli lebih rendah dibanding rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Bangli yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 4,34% dari total penduduk.
Dibanding 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Bali, PoU di Kabupaten Bangli ada di urutan ke-6. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Gianyar (1,16%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Karang Asem (7,15%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bali pada 2025.
- Kabupaten Gianyar: 1,16%
- Kabupaten Badung: 1,27%
- Kota Denpasar: 1,71%
- Kabupaten Tabanan: 2,83%
- Kabupaten Klungkung: 3,54%
- Kabupaten Bangli: 4,34%
- Kabupaten Jembrana: 6,05%
- Kabupaten Buleleng: 6,98%
- Kabupaten Karang Asem: 7,15%
(Baca: Persentase Penduduk Miskin Jakarta 2025, Kepulauan Seribu Tertinggi )